5 Cara Pakai Pinjaman Online Tanpa Terjebak Utang

Pinjaman Tunai dengan Bunga Rendah: Tips untuk Memilih Penyedia Pinjaman  dengan Biaya Terjangkau - Ruby Lang

Banyak orang mungkin sudah tahu kalau pinjaman tunai mudah yang berbasis online, biasanya punya suku bunga yang lebih tinggi dari pinjaman konvensional. Alhasil, banyak juga yang khawatir kalau pakai pinjaman online maka bisa berpotensi terjebak utang karena bunganya yang tinggi. 

Kekhawatiran ini sebenarnya cukup beralasan. Mengingat, tingkat suku bunga adalah faktor penentu besar kecilnya jumlah pinjaman yang harus kamu bayar. Makin besar bunga pinjaman, akan makin besar juga tagihannya. Begitu juga sebaliknya, makin kecil suku bunga pinjaman, akan makin ringan juga tagihan bulanannya. 

Tapi bukan cuma perkara bunga yang bisa buat kamu terjebak pinjaman online, lho. Banyak faktor lain yang juga berpengaruh terutama bagaimana kita memilih aplikasi pinjaman online dan cara mengelola utang. Sebab, di sisi lain, pinjaman online juga bisa menjadi andalan di saat darurat dan bisa bermanfaat kalau penggunaannya bijak. 

Kalau kamu tertarik pakai aplikasi pinjaman berbasis online seperti KrediFazz, ada baiknya kamu menggunakannya dengan 5 cara ini agar tetap aman dan nggak terjebak utang: 

 

Pastikan kebutuhannya benar-benar penting

Setiap orang tentunya punya tujuan dan kebutuhannya masing-masing saat mengajukan pinjaman tunai. Ada yang untuk kebutuhan darurat, kebutuhan usaha, sampai kebutuhan konsumtif. 

Salah satu hal yang membuat utang pinjaman jadi menggunung dan sulit terbayar adalah penggunaannya. Kalau kamu sering pinjam uang untuk kebutuhan konsumtif, sebaiknya segera kurangi atau setop dari sekarang karena kebutuhan sejenis ini akan selalu ada dan mendorong kamu untuk selalu pinjam. Bahkan, gali lubang tutup lubang. 

Pinjaman online seperti KrediFazz yang bisa cair cepat dalam satu hari, akan lebih bermanfaat kalau digunakan untuk kebutuhan yang benar-benar penting. Misalnya, gajian masih 4 hari lagi tapi karena banyaknya kebutuhan di bulan ini, keuangan kamu jadi sangat tipis dan perlu tambahan. 

Bukan cuma kebutuhan yang penting, kamu juga harus berkomitmen mengganti atau membayar pinjaman tersebut langsung saat gajian tiba. Dengan begitu, pinjaman nggak akan menggunung dan membebani keuanganmu.

 

Cek dulu jumlah utang yang sudah dimiliki sebelum ambil pinjaman baru

Sebelum meminjam uang, di mana pun itu, baik di aplikasi pinjaman atau tempat lainnya, kamu juga harus memastikan jumlah utang yang sudah dipunya sekarang masih dalam batas yang wajar dan sehat. 

Kalau jumlah utangmu masih di bawah 30% dari total penghasilanmu, artinya, kondisi keuangan masih cukup sehat. Tapi, kalau sudah di angka 30% atau lebih, maka kamu perlu mempertimbangkan ulang sebelum mengambil pinjaman di aplikasi online. 

Jangan sampai, ada kebutuhan lain yang terbengkalai karena jumlah utangmu lebih dari 30%. Selain itu, dengan menjaga rasio utang maksimum 30% dari total penghasilan, kamu juga bisa terhindar dari kredit macet. 

 

Wajib pakai pinjaman online legal

Jika kamu tertarik pakai aplikasi pinjaman online, kamu juga wajib memastikan kalau aplikasi yang kamu gunakan legal dan sudah terdaftar di OJK. Hindari menggunakan aplikasi yang belum terdaftar karena akan berisiko terhadap keamanan data-datamu dan juga transaksi pinjaman yang kamu lakukan. 

Untuk memastikan apakah aplikasi pinjaman yang kamu pilih legal atau tidaknya, kamu dapat mengecek ke situs OJK secara langsung. 

 

Pilih aplikasi pinjaman legal dengan bunga rendah

Bukan cuma legal dan terdaftar di OJK, supaya cicilan pinjamanmu makin ringan, kamu juga dapat memilih aplikasi yang memberikan suku bunga rendah. Dalam aturan OJK dan juga AFPI, batas maksimal tingkat suku bunga yang ditetapkan adalah 0,4% per hari. 

Banyak juga aplikasi pinjaman online yang menerapkan suku bunga di bawah ketentuan itu, salah satunya KrediFazz yang punya suku bunga 0.3% per hari atau maksimal 9% per bulan. 

 

Jangan gunakan aplikasi pinjaman untuk bayar pinjaman di tempat lain

Selain untuk kebutuhan konsumtif, pinjaman online juga sangat berisiko apabila digunakan untuk bayar pinjaman di tempat lain. Pinjaman online memang bisa cair cepat hanya dalam satu hari, tapi bukan berarti bisa digunakan untuk apa pun tanpa pertimbangan. 

Menggunakan pinjaman online untuk menutup pinjaman di tempat lain, hanya akan membawa masalah pada keuangan. Ditambah, rata-rata pinjaman online punya masa tenor yang pendek. Kalau nggak digunakan dengan bijak, kamu bisa kewalahan bayar tagihannya dan berujung jadi kredit macet. 

Hindari juga mengambil pinjaman online untuk dipinjamkan lagi ke orang lain. Karena, kalau orang yang kamu pinjami telat bayar atau bahkan tidak membayar, kamu sebagai peminjam atau pemilik akun yang mau nggak mau harus membayar utang tersebut. 

Yuk, lebih bijak lagi dalam menggunakan pinjaman supaya lebih bermanfaat dan terhindar dari jebakan utang!